Kaum Stoik dan Megaria
Bayangkan, suasana tempat di mana kita tinggal sekarang ini pada 2400 tahun silam kiranya seperti apa? Mungkin tempat yang kita tinggali sekarang ini adalah hutan belantara, danau, sungai atau lautan. Tidak banyak hal yang kita ketahui tentang masa lalu. Hanya mungkin kita membayangkan bahwa 2400 tahun lalu orang-orang hidup dalam kesederhaan, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi belum banyak berkembang. Tapi sejarah mencatat bahwa 2400 tahun yang lalu, tempatnya pada tahun 400 SM para filsuf Yunani telah melahirkan karya-karya gemilang di berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama filsafat, di mana hingga saat ini karya-karya tersebut masih tetap merupakan hal yang luar biasa mengagumkan.
Plato dengan metoda dialektikanya, merupakan peletak dasar logika. Perjuangan Plato dalam mendidikan umat manusia melalui pembenahan cara berpikir merupakan kelanjutan perjuangan gurunya Socrates yang telah mendirikan mendirikan Akademi Socrates. Di akademi Sokrates inilah belajar para siswa yang mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, mulai dari sastra, matematika, fisika, biologi, dan terutama logika. Bayangkan, ini adalah 2400 tahun lalu!
Murid Socrates yang sangat terkenal adalah Aristoteles yang disebut Guru Pertama oleh kaum ilmuwan barat dan timur, dan disebut sebagai Pencipta, Penemu dan Bapak Logika. Kitab Logika yang disusun oleh Aristoteles di masa itu lestari hingga kini, digunakan dan diterapkan hampir pada seluruh bidang ilmu pengetahuan. Inilah kehebatan Aristoteles.
Selain Aristoteles, murid lain dari Socrates yang terkenal adalah Eclid. Dia adalah yang pertama-tama membangun Logika Aliran Megaria, di mana pada logika aliran ini lebih banyak membahas mengenai “kata” sebagai penjelamaan pikiran.
Murid dari Eclid adalah Eubulides, Ichtyas dan Trasymachnus dari Korintus yang menjadi guru Stilpo. Stilpo mempunyai murid lagi bernama Zeno. Zeno inilah yang kemudian mendirikan aliran Stoik (Stoicism), di mana para aliran ini pembahasan lebih banyak kepada susun kata sebagai penjelamaan pikiran. Penerus dari Zeno adalah Cleanthes dan Crysippus.
Baik kaum Megaria mupun kaum Stoik, keduanya telah menciptakan karya tulis-karya tulis dibidang Logika. Crysippus saja menulis 28 buku tentang paradoz, belum lagi karya-karya dari para ahli logika lainnya. Sayang, sekarang karya-karya kaum megaria dan kaum Stoik itu lenyap tak tentu rimbanya, tidak sampai ke tangan kita.
http://logika.16mb.com/sejarah-logika/kaum-stoik-dan-megaria/
http://logika.16mb.com/sejarah-logika/kaum-stoik-dan-megaria/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar